nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fenomena Lipsync 'Keong Racun' Bukan Copycat

Johan Sompotan, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2010 12:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2010 08 02 33 358764 wE1Z5o52UI.jpg Naga Lyla. (Foto: Johan Sompotan/okezone)

JAKARTA - Keong Racun jadi fenomena baru di blantika musik tanah air. Bayangkan saja, gara-gara aksi lipsync iseng di dunia maya, lagu dangdut milik Buy Akur ini jadi terkenal.

Vokalis Band Lyla, Naga, mengatakan sebenarnya nyanyi lipsync ala Keong Racun yang dilakukan duo Jojo dan Shinta bukan hal baru. Sebelumnya duo Moy Moy Palaboy sudah menjadi seleb internet lewat aksinya yang diunggah ke Youtube sambil menyanyikan OST Telenovela Marimar.

“Mungkin yang terekam saja, yang lipsync-lipsync yang lain sebenarnya banyak. Iseng-iseng lipsync pakai lagu orang itu banyak. Mereka itu iseng kok, bukan copycat,” ujar Naga ditemui di Studio RCTI, Jakarta, Senin (2/8/2010).

Dia menjelaskan dunia maya itu adalah ruang yang sangat luas dan bebas diakses siapa saja. Siapapun bebas mengunggah, misalnya lewat lama YouTube, Facebook, dan engine penyedia layanan video lainnya.

“Tapi mungkin niatnya enggak berniat seperti itu. Mungkin buat kepentingan pribadi, buat iseng, dan sebagainya,” tandas Naga.

Pemilik nama lengkap Indra Perdana Sinaga ini menambahkan fenomena lypsinc dunia maya tidak ada pengaruh buat musisi. Dia meyakini setiap orang dan bahkan band memiliki jalan masing-masing.

“Kalau dari mereka sendiri. Kalau dari aku lihat bukan untuk niat segala macam, cuma iseng saja. Kecuali dia memakai untuk kepentingan komersil, baru mungkin ada pengaruhnya,” papar Naga.

Mengenai Keong Racun, duo Jojo dan Shinta ini tidak mendapatkan apa-apa dari jutaan viewer di lama video tersebut. Berbeda jika dari hasil pencarian di mesin pencari dunia maya dan juga dari Youtube, mereka mendapatkan keuntungan.

“Baru mungkin itu bisa dikatakan pencurian,” imbuhnya.

Naga menilai karena Jojo dan Shinta ini cantik dan enak dilihat, serta gaya mereka sederhana dan atraktif, tak heran kemudian lagu yang bersyair penggambaran masyarakat Indonesia ini mudah dicerna.

“Kebetulan memang dibawain oleh dua gadis muda yang mungkin good looking, enak dilihat, jadi menarik, dan mudah dicerna,” pungkasnya.

(nov)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini