JAKARTA- Nama Toto Dwiarso Gunarto memang tak sekaliber Iwan Fals di dunia musik, akan tetapi penyanyi Bento itu mungkin masih ingat siapa Toto. Karena mereka pernah berjuang bersama merintis musik melalui kelompok ‘Amburadul’ tahun 1979 lalu.
Saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Toto menceritakan, sebenarnya dia lah yang membina dan membimbing Iwan Fals sejak dia pindah dari Bandung ke Jakarta. Kemudian, keduanya bersama Helmi dan Bambang Bule membuat album pertama bersama kelompok ’Amburadul’.
Namun, sayangnya saat itu album mereka gagal di pasaran. Kemudian, menurut Toto, dibikinlah album kedua. Akan tetapi, di situ produser mengakalinya dengan memasang foto Iwan Fals. Toto dan rekan-rekannya saat itu merasa ditinggalkan. “Saya merasa banyak dilemahkan (produser),” ujarnya.
Saat itu, lanjut Toto lagu Iwan Fals berjudul Oemar Bakri meledak di pasaran, karena menyentuh realitas sosial, mengenai kesejahteraan guru.
Meski pun Iwan Fals kemudian menjadi populer dan bergelimang harta, Toto mengaku, tak pernah sekalipun mengejar Iwan untuk meminta bantuan ini atau pun itu. Dia merasa cukup bangga, karena orang yang pernah dia bina bisa sukses.
Toto pun yang menciptakan lagu Bencana Alam mengaku senang, lagunya sering dibawakan Iwan Fals, meski tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada dirinya. Menurutnya, meskipun Iwan membawakannya di dalam acara sosial, tapi tidak mungkin gratisan.
“Masak, karyawan di TvOne yang mengerjakan acara sosial itu tidak digaji. Gak mungkin,” jelasnya.
Ditambah lagi, membawakan lagu sosial seperti Bencana Alam juga berdampak ekonomis bagi Iwan Fals. Dia menjadi populer dan dipakai di mana-mana, karena dianggap sebagai pencipta lagu tersebut.
Sementara, pencipta lagunya tidak mendapatkan apa-apa. Awalnya, Toto tidak mempermasalahkannya. Akan tetapi, ketika namanya mulai terhapus sebagai pencipta lagu tersebut, dia mulai bangkit. Dia mengungkapkan anak didiknya sampai anak kandungnya sendiri, menganggap Toto sebagai pembohong yang mengakui lagu Bencana Alam adalah miliknya.
Karena itu, dia pun melakukan teguran terhadap Iwan, bak seorang kakak yang menegur adiknya. Setelah beberapa kali, berkomunikasi melalui pengacara, Toto merasa tidak ditanggapi Iwan. Dia pun merasa teguran terhadap adiknya itu perlu sedikit lebih keras. Yaitu, dengan melaporkannya ke Mapolda Metro Jaya.
Meski begitu, Toto yang masih merasa memiliki ikatan batin dengan Iwan Fals mengaku masih membuka pintu kekeluargaan dalam menyelesaikan masalah ini. Dia menyindir Iwan, biasanya orang yang bergelimang harta dan popularitas maunya disambangi.
“Coba lah, tinggalkan dulu popularitas, harta. Bicara baik-baik secara kekeluargaan,” pungkasnya.
(uky)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri