nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Ada Miyabi, Rin Sakuragi Pun Jadi

Novi Muharrami, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2010 10:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2010 01 06 206 291348 lyZVFzgOMe.jpg (Foto: www.rinsakuragi.com)

FILM Suster Keramas yang dirilis 31 Desember 2009 lalu mendatangkan berbagai kontroversi. Ada yang mengatakan film ini tak lebih dari sebuah film yang mengumbar adegan esek-esek.

Film yang diproduksi Maxima Production ini memang menampilkan aksi Rin Sakuragi. Rin dikenal sebagai bintang porno asal Jepang. Sebelumnya, produser Odi Mulya Hidayat berencana mendatangkan Maria Ozawa alias Miyabi. Namun, batal karena ditentang ormas Islam seperti Front Pembela Islam (FPI).

Apakah Rin Sakuragi sebagai penggantinya? Berikut petikan wawancara singkat Produser Maxima Odi Mulya Hidayat dengan okezone, Selasa (5/1/2009).

Sepertinya Maxima “memaksakan” dengan mendatangkan bintang film asal Jepang Rin Sakuragi untuk membintangi film Suster Keramas?

Bukan memaksakan, kita terlanjur kontrak dengan manajemen. Kemarin kita mendatangkan Miyabi, ditolak. Lalu karena sudah terlanjur kontrak, ya kita ambil bintang lainnya.

Bagaimana bisa mendapatkan Rin Sakuragi?

Itu satu manajemen dengan Miyabi. Kita sudah terikat kontrak dengan mereka. Bagaimana kalau tidak jadi. Kan malu dong kita.

Film Suster Keramas sendiri mendatangkan kontroversi. Di beberapa daerah bahkan ditolak. Bagaimana tanggapan pihak Maxima?

Ini ada salah persepsi. Ada yang bilang ini film tentang mandi junub, bukan. Bukan itu. Ini adalah cerita tentang malam-malam ada yang gentayangan keramas. Kemarin film ini ditolak oleh MUI Samarinda. Saya sudah datangkan dan klarifikasi, sudah ada kesepahaman tentang itu.

Sebenarnya, apa tujuannya mendatangkan bintang film asal Jepang, bintang film porno lagi?

Tidak ada, menonton film ini jangan dibawa serius lah. Have fun saja. Saya sudah klarifikasi dan tidak usah diartikan sebagai ikon yang tabu. Saya juga bingung, ditonton dengan santai saja lah.

Apakah Maxima tidak khawatir dengan pendapat masyarakat bahwa film ini tak lebih menjual adegan sensual dengan dibintangi bintang porno asal Jepang?

Meskipun yang didatangkan pemain drama sekalipun, kalau salah persepsi, akan sama saja seperti itu. Tidaklah, kita hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, ini juga untuk menghalau pasar film Indonesia yang diserbu film Hollywood.

Apakah tahun ini akan kembali mendatangkan bintang film asal luar negeri yang juga dalam kelas bintang porno?

Ya enggak lah. Kita tetap akan mendatangkan bintang film luar negeri tapi yang lebih elegan lah. Misalnya yang berperan jadi Tao Ming Tse (Jerry Yan). Lebih elegan dari 2009 pokoknya.

Lalu, bagaimana dengan melibatkan Miyabi (Maria Ozawa) dalam film produksi Maxima? Apakah Maxima bisa dikatakan gagal mendatangkan Miyabi?

Bukan gagal, tapi kita pending lah. Kalau nanti suasana sudah kondusif dan masyarakat sudah bisa menerima, maka kita akan mengundang Miyabi untuk main film di sini (Indonesia).

(nov)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini