JAKARTA - Ibarat datang ke resepsi pernikahan mewah, para pengunjung disajikan santapan hidangan ala prasmanan. Bedanya, menu yang disajikan di Jak Jazz 2007 tidak menyediakan appetizer hingga dessert. Semua yang siap disantap itu, memiliki cita rasa bak hidangan utama.
Ini merupakan hari terakhir perhelatan jazz internasional di penghujung tahun, seperti yang dinikmati okezone di ajang Jak Jazz 2007, di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (24/11/2007) malam.
Sebut saja Balawan Trio, yang juga digawangi dengan Didit (biola), Adi Darmawan (bass), dan Dion Subiakto (drum) bukan hanya memikat penonton. Balawan ibarat memiliki ilmu gendam yang mampu membuat penonton terhipnotis. Dahsyat!
Geser sedikit ke Big Stage 2, penonton juga tak kalah takjub dengan penampilan Harry Toledo and Community. Harry yang beberapa tahun ke belakang setia mendampingi Ireng Maulana and friends, kini bassis yang sudah menelorkan dua album itu, lebih menumpahkan konsentrasinya untuk bersolo karir.
Tetsuo Sakurai. Bagi penggila musik jazz, nama ini bukan hanya tak asing. Tetapi, juga sangat melekat dan identik. Meski tampil bersama Don Grusin and The Bad Boyz, eks-bassis Casiopea ini tampaknya menjadi idola di Super Premium Stage. Terdengar riuh tepuk tangan penonton yang menggelegar makin meyakinkan dugaan, Tetsuo is always the star.
Kool and The Gang tidak kalah dahsyatnya. Pintu utama di Super Premium Stage belum dibuka, jejalan ratusan penggila jazz sudah mengular panjang. Kepiawaian, punggawa jazz asal Negeri Paman Sam itu mempertegas bahwa semua yang dihidangkan di Jak Jazz 2007, mampu memuaskan dahaga tahunan pengunjung akan kecintaannya terhadap musik yang kian digandrungi seluruh lapisan masyarakat.
(lsi)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri