Kontraktor itu juga memperlihatkan hasil pemeriksaan mutu beton di sejumlah titik bangunan. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode non-destructive testing (NDT), termasuk hammer test, untuk mengevaluasi kondisi beton tanpa merusak struktur secara langsung.
Kontraktor menjelaskan, data yang digunakan mengacu pada dokumen as-built merupakan dokumen yang menggambarkan kondisi bangunan. Dalam dokumen yang diperlihatkan, mutu beton yang tercantum adalah K-300.
Namun, hasil pemeriksaan pada beberapa titik disebut menunjukkan angka yang lebih rendah. “Mutu yang ditulis di situ adalah K-300 ya. Ini beberapa ada yang masuk, ada yang enggak masuk,” ungkap sang kontraktor.
Kontraktor itu kemudian menunjukkan salah satu titik yang hasil pengujiannya bahkan berada di bawah angka yang diharapkan. “Mutunya drop sampai 100. Ini sampai 63 malah, Bu,” ujar kontraktor.
Tasya Farasya tampak terkejut mendengar penjelasan tersebut. Ia kemudian memastikan bahwa angka yang dibahas berkaitan dengan mutu beton. “Wow, cuma 92! Ambil untungnya banyak ya Pak? Ambil untung berapa tuh Pak kira-kira?” kata Tasya.