JAKARTA - Maestro tari Indonesia, Arison Ibnur Ibrahim meninggal dunia, pada 23 Oktober 2026. Penari yang dikenal dengan nama panggung Tom Ibnur tersebut, mengembuskan napas terakhirnya di usia 74 tahun.
Kabar duka tersebut diungkapkan aktor sekaligus keponakan almarhum, Vino G Bastian, lewat Instagram pribadinya, pada Jumat (23/10/2026). “Innalillahi wainailaihi rojiun. Selamat jalan maestro tari Indonesia, Tom Ibnur,” tulisnya.
Dalam lanjutan unggahannya, aktor Miracle in Cell No.7 itu mengatakan, “Almarhum adalah salah satu putra terbaik Indonesia asal Minangkabau. Beliau juga adalah adik kandung ayah saya almarhum Bastian Tito.”
Tom Ibnur lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 15 Mei 1952 dan memulai karier profesionalnya sebagai penari sejak usia 11 tahun. Dia meraih penghargaan Penari Terbaik Festival Kesenian Olahraga dan Agama di Padang, pada 1963.
Sayang, kecintaan Tom pada dunia tari sempat tak direstui orangtuanya. Atas permintaan orangtuanya, Tom kemudian memutuskan fokus pada pendidikannya dan bekerja di PT Semen Padang selama lebih dari satu dekade.
Namun saat menonton pertunjukan seni di Opera House Sydney, Tom Ibnur memutuskan, melepas pekerjaanya dan kembali ke dunia tari. Dia kemudian terbang ke Jakarta dan mendalami dunia seni di Institut Kesenian Jakarta, yang dahulu bernama Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta.