Pengalaman itulah yang kemudian menjadi salah satu bekal Sara dalam membangun emosi karakter Laras. Ia tidak hanya mengandalkan arahan sutradara, tetapi juga mengambil perasaan yang pernah dialaminya sendiri untuk membuat karakter tersebut terasa lebih nyata.
Bagi Sara, kemiripan pengalaman itu membantunya memahami ketakutan dan keraguan Laras ketika berhadapan dengan kemampuan yang belum sepenuhnya bisa diterima.
Ia pun berusaha menghadirkan sisi karakter yang berbeda dari dirinya saat ini, mengingat Laras masih berada dalam fase penuh ketidakpastian.
(kha)