Melalui video yang diunggah di Instagram, Nikita menyoroti kondisi wilayah terdampak yang disebutnya telah diselimuti asap sejak Juli 2026. Ia juga menyampaikan angka kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak dan balita yang dicantumkan dalam unggahannya.
“Sumatera dan Kalimantan tertutup asap mulai dari bulan Juli 2026 dengan total kasus 63.711 kasus anak dan balita terkena ISPA dari 7 wilayah yang terdampak,” demikian keterangan dalam video tersebut.
Nikita juga mengingatkan bahwa saat video itu direkam, api masih belum padam dan sejumlah relawan bersama masyarakat setempat masih berjuang menangani kebakaran.
Ia kemudian mengajak pengikutnya untuk ikut memberikan bantuan bagi warga yang berada di wilayah terdampak.
“Saya Nikita dan Indra mengajak teman-teman untuk bersama membantu saudara kita yang masih berjuang di daerah terdampak,” ujarnya.
Nikita menyebut bantuan yang terkumpul akan disalurkan oleh timnya langsung ke lokasi terdampak. Palangkaraya menjadi salah satu wilayah yang disebut sebagai tujuan penyaluran bantuan terdekat.
Ajakan tersebut menjadi bentuk dukungan Nikita dan Indra bagi masyarakat serta relawan yang masih menghadapi dampak karhutla di lapangan.
Langkah yang dilakukan kelima publik figur ini memperlihatkan beragam cara untuk ikut membantu masyarakat terdampak karhutla. Ada yang menyiapkan posko bantuan, membuka penggalangan dana, hingga mengajak pengikutnya berpartisipasi melalui media sosial.
Di tengah situasi yang dihadapi warga Kalimantan dan Sumatera, bantuan dari berbagai pihak dibutuhkan untuk mendukung masyarakat yang terdampak asap maupun relawan yang masih berupaya menangani kebakaran.
(kha)