Sarwendah dan Ruben Onsu Kompak Absen di Sidang Lanjutan Hak Asuh Anak

Ravie Wardani, Jurnalis
Rabu 14 Oktober 2026 12:30 WIB
Sarwendah dan Ruben Onsu Kompak Absen di Sidang Lanjutan Hak Asuh Anak.
Share :

JAKARTA - Sidang lanjutan terkait hak asuh anak antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (14/10/2026). 

Namun, dalam persidangan yang beragendakan pembuktian tersebut, Sarwendah dan Ruben Onsu kompak absen dan memilih menyerahkan seluruh proses hukum kepada tim kuasa hukum masing-masing.

Ketidakhadiran Sarwendah selaku prinsipal dikonfirmasi langsung oleh tim kuasa hukumnya. Abraham Simon selaku tim pengacara Sarwendah menjelaskan bahwa ketidakhadiran kliennya karena tahapan sidang saat ini berfokus pada validasi dokumen hukum yang menjadi ranah pengacara.

"Ya memang kan ini agendanya baru pembuktian ya, dan memang peran kuasa hukum lebih dikedepankan karena kita akan juga mengecek, memvalidasi apakah bukti-bukti yang diajukan memang sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Jadi memang tidak perlu hadir untuk prinsipal," ujar Abraham Simon kepada awak media.

Hal senada juga diungkapkan oleh kuasa hukum Sarwendah lainnya, Mark Adrianus Ambarita. Ia menegaskan bahwa kewajiban kehadiran prinsipal di ruang sidang sejatinya hanya ditekankan saat proses mediasi berlangsung di awal perkara.

"Untuk prinsipal memang momennya sudah tidak sekarang ini gitu, ya. Pada saat mediasi memang momennya prinsipal, tapi kalau saat ini sebenarnya sudah diserahkan semua kepada tim lawyer," kata Mark.

Terkait jalannya persidangan hari ini, tim kuasa hukum, Chris Sam Siwu, membeberkan bahwa agenda kali ini berfokus pada penerimaan belasan alat bukti surat yang diajukan oleh pihak lawan melalui sistem e-court.

"Menurut yang kami dapat tadi dari e-court, itu mereka menyampaikan kurang lebih 13 bukti. Apa buktinya, ya nanti kita baru bisa pastikan setelah sidangnya. Nanti kita cek keasliannya seperti apa, apakah fotokopi, apakah asli. Minggu depan mungkin giliran kami yang akan mengeluarkan bukti surat yang kami punya," ungkap Chris.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Sarwendah juga turut menanggapi rekaman suara yang menuding adanya dugaan kekerasan terhadap anak.

Mark membantah tegas tuduhan tersebut dan memastikan bahwa kondisi mental maupun fisik anak-anak kliennya dalam keadaan yang sangat baik.

"Yang terpenting kan psikologi anak saat ini tidak ada masalah, ya. Itu yang terpenting. Karena sekarang kan bisa dilihat anak-anak juga tumbuh kembangnya cukup baik, psikologinya tidak ada masalah, fisiknya juga tidak ada masalah. Jadi kami rasa kurang relevan lah," tegas Mark.

Guna memperkuat posisi Sarwendah dalam memperebutkan hak asuh anak pada sidang-sidang berikutnya, tim kuasa hukum telah menyiapkan hasil asesmen resmi dari psikolog forensik independen yang membantah seluruh isu KDRT pada anak.

"Kita sudah ajukan untuk pemeriksaan psikolog terhadap anak dengan psikolog forensik, psikolog yang independen di rumah sakit. Tidak bisa diintervensi setir kiri setir kanan. Itu semua akan kami sampaikan di persidangan. Hasilnya sudah kami lihat dan hasilnya baik, yang terbaik untuk anak-anak," tutup Mark.

(ant)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya