JAKARTA - Penyanyi Kris Dayanti turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Guruh Soekarnoputra di kawasan Sriwijaya 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (26/9/2026).
Wanita yang akrab disapa Mimi KD ini menyampaikan belasungkawanya mewakili keluarga besar serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
"Salam takziah untuk berpulang hari ini pukul 04.16 WIB dengan tenang, Maestro kita, seniman yang sangat-sangat dikagumi," ujar Kris Dayanti saat ditemui di rumah duka.
Kris Dayanti menegaskan, dedikasi almarhum tidak hanya membekas di ranah kebudayaan, tetapi juga di kancah perpolitikan nasional.
"Saya mewakili keluarga besar saya dan juga partai PDI Perjuangan berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya juga berterima kasih karena dedikasi, kontribusi, dan segala bentuk pemikiran Bapak Guruh Soekarnoputra yang begitu memberikan dampak besar, tidak hanya untuk dunia perpolitikan tapi juga legasi dalam seni dan budaya," lanjutnya.
Pelantun Menghitung Hari itu merasa sangat berutang budi atas karya emas yang pernah diciptakan almarhum untuknya, yakni tembang Mahadaya Cinta.
Tak hanya itu, Kris Dayanti juga bercerita bahwa almarhum sempat menitipkan pesan khusus kepadanya sebelum tutup usia.
"Alhamdulillah, di detik-detik akhir ajalnya, almarhum sangat-sangat berpesan bahwa saya harus terus memajukan budaya, seni, dan terus mencintai, menggelorakan budaya dan juga cinta Tanah Air," ungkapnya.
Kris Dayanti kemudian membagikan kenangan manis nan haru saat menjenguk adik dari Megawati Soekarnoputri tersebut di Rumah Sakit Medistra beberapa waktu lalu.
Kala itu, ia bahkan sempat bersenandung bersama mendiang demi menghibur sang maestro di ranjang perawatannya.
"Kenangannya kemarin tanggal 15, saya sempat besuk di Medistra dan masih saya ajak nyanyi lagu Renjana, lagu ciptaan almarhum. Saya masih kirim bantal dan masih dipakai. Itu kenangan dari saya," kenangnya.
Baginya, Guruh Soekarnoputra merupakan figur guru dan seniman paripurna yang sangat perfeksionis dalam melahirkan karya seni bercita rasa tinggi. Perhatiannya kepada regenerasi seniman pun dinilai tak pernah padam.
"Semua perhatiannya sama seniman, murid-muridnya sangat luar biasa. Almarhum juga sangat detail, sangat teliti. Guruh Soekarnoputra masyaAllah tahun depan genap 50 tahun (berkarya). Semoga murid-muridnya, orang-orang seni yang pernah bekerja sama, bisa terus meneruskan cita-citanya untuk budaya Indonesia," tutur Kris Dayanti.
Saat disinggung perihal riwayat penyakit yang diderita almarhum sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Kris Dayanti memilih menahan diri dan meminta publik menunggu keterangan resmi.
(ant)