Dari sisi industri, sekitar 4.600 tenaga kerja diproyeksikan terlibat dalam berbagai fungsi penyelenggaraan konser. Mereka mencakup tenaga di bidang produksi panggung, keamanan, F&B, logistik, ticketing, hingga pemasaran.
Keterlibatan tenaga profesional lokal tersebut juga menjadi kesempatan bagi talenta Indonesia untuk terlibat langsung dalam produksi berskala internasional sekaligus berkolaborasi dengan tim global.
Panggung 360 Derajat Jadi Bagian dari Pengalaman Konser
Selain membawa nama besar YE ke Jakarta, konser ini juga menawarkan konsep panggung yang dirancang berbeda dari pertunjukan stadion pada umumnya.
Karen mengungkapkan, YE Live In Jakarta 2026 akan menggunakan Globe Stage, yakni konsep panggung 360 derajat yang memungkinkan penonton dari berbagai area mendapatkan perspektif dan pengalaman berbeda.
“Dari sisi pengalaman, konser ini juga akan menghadirkan Globe Stage, konsep panggung 360 derajat yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penonton dari berbagai area. Festival maupun seated categories akan memiliki perspektif dan energi masing-masing,” kata Karen.
“Jadi, ini bukan hanya tentang menonton YE tampil di Jakarta, tetapi tentang merasakan sebuah pengalaman konser berskala global di GBK,” sambungnya.
Di balik panggung dan pengalaman penonton tersebut, penyelenggara juga menyiapkan produksi dengan standar teknis dan keselamatan internasional.
Dewi Gontha dari Raw Vision Collective mengatakan YE Live In Jakarta 2026 disiapkan sebagai produksi stadion berskala internasional yang membutuhkan perencanaan detail dan koordinasi berbagai pihak.
“Setiap elemen produksi, mulai dari panggung, rigging, audio, lighting, visual, hingga alur kerja teknis di lapangan, disiapkan agar berjalan sebagai satu sistem yang aman, rapi, dan profesional,” ujar Dewi.