JAKARTA - Menjadi penyanyi senior tak lantas membuat jalan Ruth Sahanaya mulus dalam memproduksi karya. Di balik peluncuran EP terbarunya, terungkap sebuah cerita menarik tentang perjuangannya sebagai penyanyi independen.
Uthe mengaku, sebagai penyanyi independen tak ada lagi label yang mengurusi produksi ataupun promosi karya-karyanya. Kini, dia harus turun tangan langsung untuk memastikan produksi albumnya berjalan lancar.
“Tantangan pembuatan album ini adalah produksi benar-benar dari kami (Roots Sahanaya Production). Kami harus menabung untuk bisa membuat album,” ujarnya saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.
Setelah menjalani proses produksi secara mandiri, Uthe menyadari besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengeluarkan sebuah karya berkualitas. Hal itu membuatnya harus teliti dalam menghitung dan mengalokasikan setiap pengeluaran.
Beruntung, sang suami sekaligus manajernya, Jeffry Waworuntu, memberikan dukungan penuh secara finansial maupun mental. Bapak dua anak itu mengatakan, seluruh biaya yang dikeluarkannya merupakan hadiah spesial untuk sang istri.
“Hitung-hitungan kami berdua langsung main. Ya walaupun lebih banyakan dia (Jeffry) sih yang mikir tentang produksi dan biaya. Terima kasih ya. Dia bilang, 'Ini hadiah untuk kamu di usia 60 tahun'," ujar Uthe.
Meski harus merogoh kocek sangat dalam, namun Ruth Sahanaya mengaku, keputusan menjadi penyanyi independen memberikan kepuasan tersendiri sebagai musisi. Pasalnya, dia memiliki kendali penuh atas karya-karyanya.
“Jadi, dari pemilihan lagu, lirik, hingga konsep visual yang ingin ditampilkan itu semua sesuai keinginan aku,” ujar pelantun Andaikan Kau Datang Kembali tersebut.*
(SIS)