Raissa Anggiani x Yung Caters Siapkan Kolaborasi Lintas Genre, Bawa Cerita Cinta yang Tak Biasa

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Senin 31 Agustus 2026 21:50 WIB
Raissa dan Yung Caters
Share :

JAKARTA - Raissa Anggiani akan berkolaborasi dengan Yung Caters dalam sebuah lagu baru. Kolaborasi tersebut mempertemukan dua musisi dengan karakter musik berbeda, tetapi memiliki warna vokal yang dinilai saling melengkapi.

Raissa Anggiani menyebut lagu tersebut masih memiliki sentuhan pop, tetapi menawarkan sesuatu yang berbeda dari karya-karya yang selama ini ia buat.

Raissa juga mengajak pendengar untuk lebih dulu mengenal karya-karya Yung Caters sebelum lagu kolaborasi mereka dirilis. Menurutnya, musik Yung Caters dapat memberikan sedikit gambaran mengenai warna yang akan dibawa dalam kolaborasi tersebut.

Kolaborasi Raissa Anggiani dan Yung Caters ternyata berawal dari sebuah livestream. Yung Caters mengaku sering mendapat pertanyaan mengenai musisi Indonesia yang ingin diajak berkolaborasi.

Saat ditanya mengenai sosok yang ingin diajak bekerja sama, nama Raissa Anggiani menjadi pilihannya.

“Awalnya aku suka livestream. Aku sering ditanya kalau ingin berkolaborasi dengan musisi Indonesia, mau dengan siapa. Aku jawab, Raissa,” kata Yung Caters.

Bagi Raissa Anggiani, kolaborasi dengan Yung Caters menjadi kesempatan untuk keluar dari zona nyaman. Ia menilai karakter suara keduanya tidak terlalu berbeda sehingga dapat menyatu dengan baik.

“Sebenarnya karakter suara kami tidak terlalu berbeda. Justru suara kami cukup saling melengkapi,” jelas Raissa.

Perbedaan justru terasa dari sisi genre. Raissa terbiasa menghadirkan lagu yang dekat dengan cerita cinta dan kesedihan, sedangkan kolaborasi kali ini menawarkan nuansa yang lebih fun.

“Kalau dari genre memang berbeda, tetapi itu yang membuatnya menarik. Tahun ini aku memang ingin lebih banyak mengeksplorasi musik dan mencoba sesuatu yang baru,” katanya.

Raissa juga mengaku menyukai musik yang easy listening dan bisa membuat pendengar ikut berjoget. Karakter tersebut menjadi sesuatu yang ingin ia eksplorasi melalui lagu bersama Yung Caters.

“Aku juga dari dulu suka lagu-lagu yang easy listening dan bisa dibawa joget. Musik yang aku buat secara personal biasanya cukup banyak bercerita tentang kesedihan dan cinta. Sementara lagu ini lebih fun. So, I love it,” ujar Raissa.

Proses pembuatan lagu tidak sepenuhnya berjalan tanpa tantangan. Bagi Raissa, ini menjadi pengalaman baru karena ia menulis lagu dari nol bersama orang lain, terlebih dengan musisi yang memiliki latar genre berbeda.

“Tantangannya mungkin karena aku baru mencoba menulis lagu dari nol bersama orang lain. Apalagi ini lintas genre, sehingga kami harus beradaptasi,” ungkapnya.

Raissa menyadari Yung Caters memiliki idealisme dalam genre yang ia bawa. Karena itu, Raissa harus belajar memahami genre tersebut sekaligus menyesuaikan karakter musiknya sendiri.

“Dia punya idealisme dalam genrenya, sehingga aku sedikit banyak belajar tentang genre tersebut. Aku juga harus melepaskan sebagian idealisme dan karakter pribadi untuk masuk ke genre baru, tetapi tetap dengan versi aku,” jelas Raissa.

Sementara bagi Yung Caters, tantangan utama terletak pada proses menulis lirik dan menemukan nada yang sesuai. Setelah sebelumnya banyak berkarya di genre hip-hop, ia mencoba masuk ke wilayah pop dan R&B.

“Kalau aku, tantangannya lebih kepada menulis lirik dan mencari nada. Sebelumnya aku berada di genre hip-hop, lalu sekarang mencoba pop dan R&B,” kata Yung Caters.

Ia pun harus menyesuaikan berbagai bagian lagu agar tetap terdengar cocok dengan konsep yang mereka bangun bersama.

“Jadi aku harus menyesuaikan diri dan mencari tahu apakah nada atau bagian tertentu cocok dengan lagunya,” lanjutnya.

Meski memiliki tantangan, proses kreatif tersebut justru berlangsung cukup cepat. Raissa mengungkapkan lagu mereka selesai dalam waktu sekitar satu hingga dua jam.

“Kami berempat saling memberikan ide. Banyak ide yang muncul dan kami tidak malu untuk mengeluarkan apa pun yang ada di kepala. Jadi prosesnya lebih terasa seperti bersenang-senang dan bereksplorasi,” tutur Raissa.

Perbedaan pendapat tetap muncul selama proses kreatif. Namun, Raissa menyebut perbedaan tersebut bukan menjadi masalah besar karena setiap orang memiliki banyak ide untuk ditawarkan.

“Perbedaannya lebih seperti, ‘Kayaknya gini deh,’ kemudian ada yang memberikan pendapat lain, ‘Kayaknya lebih bagus seperti ini,’” jelasnya.

Menurut Raissa, perbedaan idealisme justru membuat proses pembuatan lagu menjadi lebih menarik. Mereka dapat berdiskusi hingga berdebat untuk menentukan pilihan terbaik.

“Hanya ada sedikit perbedaan idealisme. Justru karena kami punya banyak ide, kami bisa berdiskusi dan berdebat. Untungnya, bukan karena kekurangan ide, tetapi karena terlalu banyak ide,” katanya. “Buat aku, itu justru tanda yang bagus,” sambung Raissa.

Selain menawarkan perpaduan pop, hip-hop, dan R&B, lagu Raissa Anggiani x Yung Caters juga membawa cerita percintaan yang tidak biasa. Yung Caters mengungkapkan, lagu tersebut membalik pandangan yang selama ini sering muncul dalam cerita cinta. Jika laki-laki kerap ditempatkan sebagai pihak yang bersalah, lagu ini justru menghadirkan perempuan sebagai pihak yang melakukan kesalahan.

“Dalam cerita percintaan, biasanya cowok yang dianggap sebagai pihak yang jahat. Namun, di lagu ini ceritanya kami balik. Justru si cewek yang menjadi pihak yang jahat,” ujar Yung Caters.

Meski demikian, karakter perempuan dalam lagu tersebut tidak ingin menerima kesalahan begitu saja. Keduanya justru saling menyalahkan meski pada akhirnya pihak laki-laki menjadi sosok yang dibohongi.

Menurut Yung Caters, konflik tersebut membuat lagu mereka memiliki cerita yang dekat dengan kehidupan percintaan anak muda.

(kha)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya