Namun, latar belakang tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan Fajar dalam membangun pendekatan berbeda terhadap konten horor. Ia berusaha menempatkan cerita-cerita tersebut sebagai bagian dari fenomena kepercayaan dan budaya yang dapat dipelajari dalam konteks masyarakat.
RJL 5 sendiri telah memperoleh perhatian besar dari penikmat konten horor Indonesia. Pada 2025, Fajar Aditya tercatat meraih predikat Top Podcast Horor Indonesia dari YouTube dan RCTI.
Horor sebagai Pintu Masuk Mengenal Indonesia
Dengan basis penonton yang besar dan ketertarikan masyarakat terhadap cerita horor, Fajar melihat ada peluang untuk membawa lebih banyak cerita lokal ke ruang publik.
Baginya, cerita tentang pengalaman horor tidak harus berakhir pada pertanyaan mengenai benar atau tidaknya sebuah fenomena. Di balik cerita tersebut, sering kali terdapat latar budaya, tradisi, kepercayaan, serta kehidupan masyarakat yang menarik untuk diketahui.
“Yang kami perjuangkan melalui RJL 5 adalah bagaimana horor dengan jumlah penonton yang banyak ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan kearifan lokal Indonesia,” kata Fajar.