Pihaknya kini tengah memonitor setiap pergerakan informasi di media sosial, terutama yang bersifat fitnah.
"Meskipun ini kan disampaikan dari akun anonim, inisial EJR, masih belum jelas semua. Enggak jelas. Tapi apa pun itu, saya mengimbau kepada siapa pun, ya, modus niat-niat jahat untuk mendiskreditkan, memfitnah, apalagi misalkan ada modus dugaan pemerasan dan sebagainya, saya warning untuk hati-hati," kata Aldwin.
Tak main-main, Aldwin juga memperingatkan bahwa fitnah tersebut bisa berbalik kepada penyebarnya jika terbukti tidak benar.
"Karena akan berbalik kepada yang bersangkutan. Hati-hati. Semua bukti dan lain sebagainya tentu kita memonitor semua," tuturnya.
Sebagai informasi, kabar burung ini bermula dari platform media sosial Threads. Sebuah akun menceritakan dugaan pelecehan seksual dengan menyebut inisial EJR, yang kemudian memicu spekulasi liar netizen hingga menyeret nama El Rumi.
(ant)