Dengan proses yang tidak rumit, diduga memudahkan pelaku mengirimkan barang-barang miliknya untuk dijual.
“Pas ditanya berapa banyak, dia jawab ga inget karena banyak,” ucap Tasyi.
Tasyi akhirnya memutuskan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Dia mengatakan pengalaman ini kembali membuatnya harus menghadapi persoalan kepercayaan terhadap orang yang bekerja dengannya.
Menurut Tasyi, hal yang paling menyakitkan bukan hanya kehilangan barang, tetapi rusaknya kepercayaan yang selama ini telah dibangun bersama karyawan tersebut.
“Yang bikin sakit adalah, rusaknya kepercayaan yang sudah dibangun, semua hari-hari penuh tawa dan kebahagiaan. Hancur seketika,” tulisnya.
(ant)