JAKARTA — Kasus dugaan teror karangan bunga yang menimpa dokter kecantikan, Oky Pratama pada 2025 akhirnya menemui titik terang setelah penyidik Polda Metro Jaya menaikkan status ke tahap penyidikan.
Menanggapi pemberitaan liar dan berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya di media sosial, pengusaha di bidang kecantikan dan kesehatan, Heni Sagara, akhirnya angkat bicara.
Heni dengan tegas menyatakan bahwa isu "bunga" yang menyeret namanya sama sekali bukan bersumber dari ide maupun tindakannya, melainkan ulah oknum tertentu yang kemudian dimanfaatkan oleh para pesaing bisnis.
Menurut Heni, narasi miring tersebut sengaja digiring sebagai bentuk laporan tandingan untuk menekan dirinya agar mencabut laporan hukum yang sedang ia ajukan terhadap pihak-pihak yang telah memfitnahnya.
"Untuk kasus bunga yang membawa nama saya hingga menjadi berita yang sangat liar dan fitnahan di luar sana, faktanya itu bukan atas ide saya, melainkan ada oknum lain. Namun dimanfaatkan oleh pesaing bisnis saya untuk menjatuhkan saya dan memfitnah saya, karena ingin sekali melaporkan untuk menjadi laporan tanding atas kejahatannya memfitnah saya agar saya mencabut laporan kepadanya," ungkap Heni Sagara dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Heni mengingatkan masyarakat dan publik dunia maya agar senantiasa waspada terhadap individu-individu yang manipulatif.
Ia menyoroti perubahan sikap pihak-pihak yang sebelumnya sangat aktif menyerang dan menyebarkan isu di media sosial, namun mendadak bungkam setelah bukti-bukti kebenaran dan fakta hukum dibeberkan.
"Hati-hati akan orang yang manipulatif. Dan yang awalnya aktif di media sosial saat ingin menjatuhkan saya, tapi ketika saya membuktikan kebenaran, dia sekarang diam seribu bahasa. Itu karena semua kezalimannya sudah terbongkar, termasuk percobaan pemerasan. Dan dia tidak bisa membela diri sama sekali, karena semua yang dikatakan tentang saya dan pabrik saya, semua yang dilakukan karena persaingan bisnis yang tidak sehat," tegasnya.
Heni Sagara memastikan bahwa seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya maupun pabrik yang dikelolanya tidak berdasar dan murni didorong oleh motif persaingan bisnis yang tidak sehat.
Saat ini, pihak Heni Sagara terus mengumpulkan dan menyerahkan berbagai bukti kuat kepada pihak berwenang, termasuk terkait adanya dugaan percobaan pemerasan, guna menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas melalui jalur hukum.
(kha)