JAKARTA - Fangfang mengaku, mengalami tekanan mental selama menjadi istri siri Vicky Prasetyo. Dia mengaku, kerap menerima intimidasi dengan kalimat hinaan dari dua adik iparnya, NG dan BP.
Ibu tiga anak tersebut kemudian membongkar rentetan pesan singkat dan unggahan keluarga Vicky Prasetyo di media sosial yang membuatnya trauma. Dia mengaku, kerap merasa waswas dan ketakutan setiap kali harus beraktivitas di luar rumah.
“Siapa yang tidak trauma? Hamil 9 bulan bukannya dibikin happy malah dikatai-katai ‘manusia murahan’, ‘miskin’, dan ‘pengganguran’,” ujar Emmanuel Alvino, kuasa hukum Fangfang.
Ironisnya, Vicky Prasetyo sebagai suami tidak melindungi dan membela Fangfang dari ‘amukan’ adik-adiknya. Kondisi itu, diakui Emmanuel, membuat kliennya enggan ditinggal sendirian.
“Akibat trauma itu, Fangfang sampai sekarang masih takut tidur sendiri. Kondisi itu membuat dia tidak mau ditinggal sendirian. Akhirnya, saya dan istri sempat menemani dia di hotel. Jadi ambil kamar sebelahan gitu,” imbuhnya.
Ketakutan Fangfang semakin memuncak setelah mendapat informasi bahwa kediaman Vicky Prasetyo kini dijaga oleh oknum organisasi kemasyarakatan (ormas). Alasan itu membuat Fangfang melaporkan dua adik Vicky ke polisi.
Dia menegaskan, tindakannya melaporkan adik-adik Vicky Prasetyo sebagai bentuk perlawanan terhadap penindasan sesama perempuan. Aksi itu sekaligus merupakan bentuk untuk memberikan efek jera pada kedua iparnya tersebut.*
(SIS)