JAKARTA - Kabar duka menyelimuti industri musik Tanah Air. Bassist legendaris dari grup band rock PAS Band, Trisno, dikabarkan meninggal dunia setelah berjuang melawan komplikasi penyakit pada Sabtu (1/8/2026).
Kepergian sang musisi nyentrik ini dikabarkan lewat postingan di Instagram resmi @pasband.id.
Band legendaris itu mengunggah emoji ekspresi wajah sedih yang langsung disambut komentar ucapan duka dari berbagai kalangan termasuk penggemar walau belum ada informasi mendetail terkait kabar duka tersebut.
"Innalillahi wa innailaihi rojiun... sing kebat @tris_noize," tulis presenter Edi Brokoli lewat akun @eddibrokoli, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Sementara itu, Ivanka, bassist Slank, ikut berkomentar dalam postingan PAS Band. Dia seraya tak bisa berkata-kata begitu mengetahui kabar ini sehingga hanya bisa mengirimkan emoji sedih dengan jumlah banyak.
Sebelumnya, drummer PAS Band, Sandy, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan sang bassist sebenarnya sudah menunjukkan penurunan sejak beberapa tahun terakhir.
Namun, Trisno dikenal sebagai sosok yang sangat tegar dan enggan mengeluh soal kondisi fisiknya kepada rekan-rekan yang lain.
"Sebenarnya sudah beberapa tahun ini kami melihat ada yang enggak beres sama kesehatan Trisno seperti kaki yang membengkak, agak kurus. Tapi emang Trisno itu rock n roll banget, enggak mau bener-bener periksa ke dokter," ujar Sandy saat dihubungi melalui pesan singkat beberapa waktu lalu.
Kondisi Trisno semakin menurun sejak beberapa minggu lalu hingga akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit dalam keadaan lemah. Berdasarkan pemeriksaan medis, diketahui bahwa fungsi ginjal Trisno hanya tersisa lima persen saja.
"Akhirnya ketahuan terjadi gagal ginjal dan kira-kira fungsinya tinggal 5 persen, dan harus cuci darah. Baru minggu lalu akhirnya bener-bener kita bawa ke rumah sakit karena sudah lemah di rumah," lanjut Sandy.
Selain masalah ginjal, komplikasi lain yang memperberat kondisi Trisno yakni ditemukannya sumbatan darah di kepala. Hal ini membuat tim medis harus melakukan tindakan operasi darurat guna mencegah risiko serangan stroke yang lebih parah.
"Yang bikin lebih berat karena ada sumbatan darah di kepala yang bisa ke arah stroke, maka dilakukan operasi penghentian sumbatan," kata Sandy.
Terakhir, Trisno dirawat di ruang perawatan ICU sebelum akhirnya berpulang pada usia 55 tahun.
Selamat jalan Om Trisno.
(ant)