JAKARTA - Beauty content creator Sabrina Chairunnisa mengaku telah meninggalkan kebiasaannya menyindir orang lain di media sosial. Kini, dia menyadari bahwa media sosial tak lagi wadah untuk meluapkan pemikiran emosional.
Lebih luas lagi, media sosial dewasa ini bertransformasi menjadi ‘rekam jejak’ digital yang dapat memengaruhi masa depan seseorang. Sabrina mengakui, dulu kerap merasa puas setelah mengunggah status atau Instagram Story bernada sindiran saat merasa kesal.
“Dulu, kalau aku lagi kesal sama seseorang, itu pasti langsung pengen upload status dan story, yang isinya menyindir. Setelah itu, rasanya kayak rasanya tuh puas banget,” ujarnya dikutip dari Instagram @sabrinachairunnisa_, pada Kamis (23/7/2026).
Namun seiring waktu, Sabrina menyadari kebiasaan menyindir orang lewat medsos itu justru memperlihatkan sisi terburuk dirinya kepada publik. Kini, ia memilih untuk lebih fokus menjaga diri dan memikirkan dampak jangka panjang dari setiap unggahannya di media sosial.
Menurut Sabrina, jejak digital berpengaruh besar terhadap kehidupan seseorang di era digital saat ini, termasuk dalam dunia pendidikan maupun karier. “Karena tak bisa dipungkiri, sosmed itu sekarang sudah menjadi ‘CV’ kita,” kata Sabrina.
Ia mencontohkan, satu unggahan di media sosial bahkan bisa berdampak pada peluang seseorang di masa depan. Karena alasan itu, Sabrina kini lebih berhati-hati sebelum membagikan sesuatu di media sosial dan memilih untuk tidak lagi meluapkan emosi di ruang publik.
Mantan istri Deddy Corbuzier itu mengatakan, “Visa kita bisa ditolak hanya karena satu postingan loh. Kita bisa gagal masuk universitas atau perusahaan yang kita incar hanya karena postingan yang menurut mereka ‘enggak banget’.”
Selain karena alasan imej, Sabrina Chairunnisa juga mengaku, berhenti menyindir orang lain di media sosial ternyata mendatangkan kedamaian padanya. Dia tak lagi harus memvalidasi perasaannya tentang seseorang lewat media sosial.*
(SIS)