JAKARTA - Vokalis band Kotak, Tantri Syalindri Ichlasari, tampaknya mulai ikhlas dengan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana yang dilakukan sahabatnya sendiri, Popi, dengan kerugian ratusan juta rupiah.
Ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, belum lama ini, istri dari Hatna Danarda ini mengungkapkan bahwa uang yang raib tersebut merupakan salah satu tabungan pribadinya.
Meski sempat merasa terpukul, kini ia memilih untuk melihat musibah tersebut dari sudut pandang yang lebih positif.
Tantri mengaku mulai mencoba ikhlas dan menganggap kehilangan uang dalam jumlah besar tersebut sebagai salah satu cara Tuhan untuk membersihkan rezeki miliknya.
Ia pun banyak berkonsultasi dengan guru spiritual dan teman-temannya.
"Awalnya iya (sedih), tapi akhirnya saya mencoba untuk... setiap kejadian kan pasti ada hikmahnya. Saya cuma nyari-nyari, 'Oh mungkin ini salah satu hal yang memang Allah mudahkan saya untuk bisa membersihkan harta'," ujar Tantri Kotak kepada awak media.
Penyanyi kelahiran Tangerang ini menambahkan bahwa wejangan dari orang-orang terdekat sangat membantu proses penyembuhan mentalnya. Ia merasa bahwa ujian ini memang harus dilalui sebagai bagian dari perjalanan hidup.
"Jadi memang beberapa guru-guru saya, teman-teman saya juga mengingatkan ya mungkin ini salah satu hal yang memang harus dilewatin dan bisa jadi ini salah satu yang bisa membersihkan harta dan lain-lain, jadi ya ya udah. Saya belajar banyak dari kasus ini," tuturnya.
Meski demikian, Tantri menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan. Ia juga sudah melayangkan laporan polisi bersama korban-korban lainnya demi mendapat kepastian hukum.
"Untuk urusan manusiawinya insya Allah saya bisa mengikhlaskan, tapi kalau untuk urusan hal-hal yang seperti ini, saya nggak kepengen sebenarnya korbannya makin banyak gitu. Karena ternyata yang laporan ke saya tuh 2017 tuh mereka sudah menjadi korban," tegas Tantri.
Tantri menyebutkan bahwa keberadaan pelaki sedang ditelusuri setelah sempat menghilang. Ia dikabarkan mulai berani menghubungi beberapa rekan kerja.
Hal ini pun menjadi titik terang bagi pihak kepolisian untuk melakukan penangkapan.
Kejadian tersebut, kata Tantri, menjadi pelajaran berharga baginya dan sang suami dalam hal mempercayai orang lain.
Ke depannya, ia mengaku akan lebih selektif dan memperketat pengawasan terhadap orang yang ingin bekerja sama.
"Doanya sih itu (rezeki mengalir), tapi saya sih lebih ke belajar banyak tentang cara memilih teman. Belajar banyak tidak mudah untuk mudah percaya sama orang. Sekarang screening-nya akan lebih... akan lebih berlapis-lapis lagi," pungkasnya.
(kha)