JAKARTA - Sarwendah Tan akhirnya buka suara terkait alasannya angkat kaki dari rumah Cilandak yang ditempatinya selama ini bersama anak-anaknya. Dia mengaku, rumah gana-gini itu tak lagi bisa memberi rasa aman untuk keluarga kecilnya.
Chris Sam Siwu, kuasa hukum Sarwendah mengatakan, kliennya juga merasa, rumah tersebut sudah tidak kondusif untuk tumbuh kembang anak-anaknya. Hal itu karena banyak pihak luar yang kerap datang untuk mencari ‘seseorang’ ke rumah itu.
“Situasi-situasi tak aman seperti ini yang enggak baik untuk anak-anak klien kami. Ada pihak-pihak lain yang mencari orang lain di rumah itu,” ungkap Chris kepada awak media di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 22 Juli 2026.
Terkait klaim tersebut, Sarwendah mengaku, mengantongi bukti kuat berupa rekaman CCTV kedatangan sejumlah pria yang diduga merupakan penagih utang atau debt collector, pada 11 Juli 2026, sekitar pukul 21.52 WIB.
Selain gangguan dari pihak luar, Chris Sam Siwu mengungkapkan, rumah itu juga dihantui masalah finansial yang pelik. Sarwendah mengaku, terkejut saat mengetahui aset yang selama ini ditinggalinya justru terancam disita oleh bank.
“Jadi klien kami tidak mau dong diberikan harta gana-gini yang bermasalah seperti itu. Ya sudah, Sarwendah sudah tidak mau ambil pusing lagi soal rumah itu,” tutur sang pengacara menambahkan.