JAKARTA - Komika Mega Salsabillah membagikan pengalaman mendebarkan saat kediamannya disatroni pihak kepolisian pada 10 Juli 2026. Peristiwa tersebut, menurutnya, merupakan dampak dari video satir yang diunggahnya di media sosial.
“Peristiwa itu terjadi pada 10 Juli 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Ada orang datang, terus alarm rumah dan motor bunyi. Aku pikir ada yang mau nyolong motor, makanya aku videokan. Ternyata, yang datang orang dari Polda Metro Jaya,” ujarnya saat ditemui di Tendean, Jakarta Selatan.
Mega Salsabillah mengaku, tidak menyangka jika tamu yang datang ke rumahnya dari pihak kepolisian. Lantaran baru pindah rumah, ia mengira suara gaduh dan alarm motor di luar rumahnya karena aksi pencurian kendaraan bermotor.
“Aku enggak kepikiran kalau itu polisi. Aku kira ada peristiwa curanmor. Soalnya aku baru pindah rumah dan tetangga selalu ngingatin, 'Hati-hati motor ya’,” imbuhnya.
Mega mengungkapkan, kedatangan petugas kepolisian tersebut berkaitan dengan konten satir yang dibuatnya mengenai temuan 74 kilogram emas dan uang di kediaman mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Dalam kontennya, sang komika berseloroh kalau temuan emas dan uang tersebut merupakan milik kakek buyutnya. “Kan Febrie membenarkan kalau rumah Sentul milik dia, tapi membantah uang dan emas itu bukan punya dia,” ungkapnya.
Mega Salsabillah kemudian menambahkan, “Karena tidak mengakui, uang dan emas itu, ya aku bikinlah konten kalau semua itu punya kakek buyutku. Jadi memang video satir sih bukan sindiran sebenarnya.”
Meski sempat kaget, Mega mengaku, petugas kepolisian tidak meminta dirinya menghapus video tersebut secara permanen. Ia hanya diminta memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak menelan mentah-mentah konten yang bersifat komedi tersebut.*
(SIS)