JAKARTA - Musisi, produser, dan komposer legendaris Haruomi Hosono merilis singel baru berjudul "Note of Mothership" bertepatan dengan momen dirinya menginjak usia 79 tahun dan memasuki babak baru dalam kariernya yang unik.
Lagu ini merupakan cuplikan pertama dari album mendatangnya, "Yours Sincerely", yang dijadwalkan rilis pada 11 September melalui label Ghostly International.
Selama lebih dari lima dekade, karya Hosono telah membentuk lanskap musik pop, indie, elektronik, dan genre lainnya di tingkat global, bahkan memprediksi berbagai arah musik jauh sebelum genre-genre tersebut benar-benar muncul.
Majalah "Frieze" menjulukinya sebagai "kemungkinan besar seniman paling berpengaruh dalam sejarah musik populer Jepang." Kini, di usia 79 tahun, Hosono melangkah ke babak berikutnya dengan album studio ke-23 miliknya.
Video visualizer yang menyertainya menampilkan sekilas dunia tenang Dr. Tanuki, sesosok karakter anjing rakun yang mengamati berbagai makhluk hidup melalui mikroskop dan kaca pembesar.
Mengenai konsep singel baru ini, Hosono mengungkapkan, "Selama beberapa tahun terakhir, saya merenungkan sosok keibuan yang melingkupi Bumi. Saya percaya bahwa istilah-istilah seperti 'Ibu Bumi' dan 'Ibu Alam' lahir dari pemahaman intuitif akan kasih sayang—yang tegas namun lembut—dari sosok leluhur umat manusia kita. Namun, akibat materialisme abad ke-20, umat manusia kini berada di persimpangan jalan yang kacau. Melalui pengalaman tak berdaya dan kesendirian yang muncul akibat gempa bumi dahsyat serta penyebaran pandemi, saya merasakan adanya sesuatu yang mulai bangkit. Seolah-olah naluri yang telah lama tertidur di lubuk hati terdalam kita—seperti kasih sayang seorang ibu dan welas asih—mulai terjaga; arus kesadaran pun tak lagi terkungkung dalam diri individu, melainkan mulai mengalir layaknya aliran air yang tenang."
Hosono akan menggelar tur "Yours Sincerely" di Amerika Utara pada bulan September ini, dengan penampilan utama di Radio City Music Hall (New York) dan Greek Theatre (Los Angeles)—menandai pertunjukan pertamanya di AS dalam tujuh tahun terakhir. Toro y Moi akan tampil sebagai penampil pendukung dalam kedua konser tersebut.
Melalui aransemen musik yang mencakup genre folk yang lembut dan eksploratif serta avant-pop yang dinamis, Hosono merenungkan kekuatan keibuan yang melingkupi Bumi—yakni “pemahaman umat manusia tentang kasih sayang tanpa syarat dari sosok yang memberi kita kehidupan,” ujarnya. Lagu-lagu ini menyentuh arus kolektif, menggali “naluri yang terkubur dalam—kasih sayang dan belas kasih keibuan, hal-hal yang jarang kita hayati dalam kehidupan sehari-hari.”
Karya Hosono, yang dibentuk oleh musik Amerika pertengahan abad ke-20, kini kembali bergema melalui generasi baru musisi Barat—sebuah pertukaran timbal balik yang luar biasa. Hosono telah disebut-sebut sebagai inspirasi oleh sederet musisi kontemporer ternama, termasuk Mac DeMarco, Cameron Winter, Ginger Root, Vampire Weekend, dan Harry Styles.
Harry Styles menamai albumnya tahun 2022 yang sukses memuncaki tangga lagu, "Harry's House", dengan mengambil inspirasi langsung dari "HOSONO HOUSE" (1973); Mac DeMarco menyebutnya sebagai "pahlawan"; dan Ezra Koenig dari Vampire Weekend menggunakan sampel karya Hosono dalam album pemenang Grammy, "Father of the Bride".
(kha)