Bahkan, jika ada pertanyaan yang tidak ia ketahui jawabannya, Aiman tak sungkan untuk bertanya kepada pihak lain demi memberikan pelayanan terbaik.
"Ketika misal jemaah ada tanya saya bisa bantu jawab. Saya nggak tahu jawabannya, saya cari tahu, tanya sama pendamping lain, saya tanya sama ustaz yang lain," katanya.
Aiman menilai pengalaman ini sangat membekas dalam kehidupannya ke depan. Terlebih, ia berhasil melawan takut dan keraguan sebelum memutuskan untuk berangkat.
"Aku melewati terowongan Mina, aku sedih gitu kayak, 'MasyaAllah aku alhamdulillah berhasil ya,' yang dari kemarin-kemarin tuh aku selalu takut banget gitu untuk melaksanakan pekerjaan ini, amanah ini, tapi alhamdulillah berhasil," tuturnya.
(ant)