Permainan Chen tidak hanya menampilkan teknik pianistik yang luar biasa, tetapi juga mencerminkan kedalaman nilai kemanusiaan serta intensitas ekspresi yang kuat. Maka dari itu, ia sering dipandang sebagai salah satu pianis keturunan Tionghoa yang paling merepresentasikan jiwa musik Jerman–Austria pada masa kini.
Chen sendiri sejak kecil tumbuh dengan penghayatan tradisi musik Jerman–Austria yang kaya dan berpengaruh. Bahkan, penampilannya di Singapura baru-baru ini memperoleh perhatian luas dari media-media terkemuka Asia maupun internasional.
Seperti Harian Lianhe Zaobao di Singapura serta media internasional bergengsi Financial Times dari Inggris yang menerbitkan wawancara dan laporan khusus berisi pujian tentang kedalaman artistik serta daya tariknya di panggung internasional.
Tidak hanya itu, ia juga pernah mendapat apresiasi dari surat kabar berbahasa Inggris terkemuka di Malaysia, The Star yang menggambarkannya sebagai pianis yang memiliki “jari-jari Horowitz” (Horowitz’s fingers). Istilah itu merujuk kepada virtuoso legendaris Vladimir Horowitz.
Selain itu, berbagai media internasional juga menjulukinya sebagai pianis dengan “jari-jari malaikat” (angel fingers) karena gaya permainannya yang halus, peka namun tetap penuh tenaga serta daya ledak artistik.