JAKARTA - Wardatina Mawa mengaku sudah tidak ingin lagi menggantungkan hidupnya kepada sang suami, Insanul Fahmi, di tengah proses perceraian mereka yang bergulir di Pengadilan Agama (PA) Lubuk Pakam, Medan.
Saat ini, Mawa memilih untuk tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan sang buah hati. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan.
Mawa mengaku enggan berharap pada nafkah yang diberikan oleh Insanul Fahmi, meski dalam gugatan cerainya tercantum permintaan nafkah anak sebesar Rp25 juta per bulan.
"Aku enggak tahu ya itu (nominal Rp25 juta) tahunya dari siapa sebenarnya. Cuma ya sudah, apa pun itu enggak apa-apa sih. Aku sih enggak berharap banyak ya. Jadi aku yang penting lebih pengin berjuang sendiri saja," ujar Wardatina Mawa saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan belum lama ini.
Mawa mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama tak memantau pemberian nafkah dari suaminya melalui rekening. Ia bahkan mengaku tidak pernah menuntut nominal tertentu karena merasa sudah tidak ada kepastian soal kelancaran nafkah tersebut.
"Aku enggak pernah nuntut apa-apa. Enggak pernah nuntut apa-apa sama sekali, enggak pernah. Dikasih ya alhamdulillah, enggak dikasih juga aku enggak pernah tahu notifikasi dari rekening tuh aku enggak pernah lihat juga," tuturnya.
Ketika disinggung mengenai konsistensi pemberian nafkah dari Insanul Fahmi selama proses cerai, Mawa memberikan jawaban yang mengisyaratkan bahwa aliran dana tersebut memang sedang tidak lancar.