Sementara itu, Liliana menjelaskan, kata Tehillim berasal dari bahasa Ibrani yang berarti Mazmur Pujian. Melalui konser tersebut, ia berharap masyarakat dapat kembali memahami makna penyembahan yang sesungguhnya.
Tak lupa, ja juga bercerita tentang perjuangannya bersama rekan-rekan mahasiswa yang sebagian besar berusia di atas 50 tahun untuk kembali menempuh pendidikan tinggi. Menurutnya, menempuh pendidikan S2 bukanlah proses yang mudah.
Namun ia bersyukur seluruh proses tersebut justru menjadi bekal untuk terus berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik.
“Saya bersyukur semuanya menjadi suatu yang meng-equip kita untuk menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.
(ant)