JAKARTA - Patricia Gouw mengaku, menjadi korban penipuan berkedok pembelian tiket pesawat secara daring. Dalam video yang diunggahanya pada 24 Mei 2026, dia mengaku, rugi jutaan rupiah hingga khawatir data pribadinya disalahgunakan.
Kejadian itu bermula saat model yang akrab disapa Cipat itu ingin terbang dari Bali ke Jakarta menggunakan penerbangan malam. Namun karena waktu keberangkatan mepet, ia kesulitan membeli tiket melalui aplikasi online travel agent.
“Nah, intinya kalau mau beli di aplikasi OTA itu minimal 3 jam atau 4 jam sebelum keberangkatan,” ujar ibu satu anak tersebut dalam unggahannya seperti dikutip dari akun Instagram @patriciagouw, pada Kamis (28/5/2026).
Karena terburu-buru dan harus pulang malam itu juga, Patricia akhirnya mencari tiket lewat Google dan menemukan nomor kontak yang mengaku bisa membantu pemesanan penerbangan. “Terus ada nomor teleponnya. Gue teleponlah,” katanya.
Patricia Gouw kemudian diminta mengirimkan data diri berupa KTP dan paspor anaknya untuk proses pemesanan tiket. Tak lama setelah itu, ia menerima invoice dan langsung mentransfer uang sekitar Rp1,8 juta.
Namun setelah pembayaran dilakukan, Patricia mulai merasa ada yang janggal. Ia kembali diminta membayar biaya tambahan sebesar Rp2.500 dengan alasan system error dan diarahkan menggunakan KlikBCA.
Patricia Gouw pun semakin curiga saat admin tersebut terus memaksa meminta akses pembayaran melalui KlikBCA. Beruntung, ia tidak melanjutkan proses tersebut.
Ternyata setelah menceritakan peristiwa itu di Instagram, banyak pengikut Cipat yang menceritakan menjadi korban penipuan serupa. Bahkan mereka sampai kehilangan uang hingga ratusan juta rupiah karena memberikan akses kepada pelaku.
“Kalau once kalian keluarin KlikBCA dan si token itu untuk mentransfer, itu bisa habis semua,” katanya.
Meski kerugian uang yang dialami tidak seberapa, namun Patricia Gouw merasa menyesal telah mengirimkan foto KTP tanpa sensor dan juga paspor anaknya kepada pelaku. Usai sadar dirinya diduga menjadi korban scam, Patricia langsung menghubungi pihak bank.
Patricia kemudian memblokir rekening dan kartu kredit untuk menghindari penyalahgunaan data lebih lanjut. Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli tiket secara online, apalagi jika terburu-buru.
Ia juga menyarankan agar data pribadi seperti KTP tidak dikirim dalam bentuk utuh tanpa sensor. “Kalau kalian kirim KTP, kasih gambar apa kek di tengah-tengahnya,” pungkasnya.*
(SIS)