“Menurut aku, karena warga-warga ini kayaknya emang lagi banyak yang galau, jadi relate gitu lagunya emang menurut aku relatable sama banyak orang,” katanya.
Tak hanya dari lirik, video musik Keras Kepala juga dinilai memiliki cerita yang dekat dengan realita kehidupan sehari-hari. MV lagu tersebut mengangkat kisah hubungan beda agama yang tidak mendapat restu orang tua.
“Kalau ngeliat MV-nya kan tentang hubungan beda agama yang orang tuanya agak ngerestuin gitu-gitu kan. Jadi kayaknya itu sering terjadi di lingkungan sekitar apalagi di lingkunganku,” lanjutnya.
Pelantun Hanya Figuran itu juga mengaku sempat terkejut melihat respons cepat dari pendengar. Pasalnya, hanya dalam waktu tiga hari setelah dirilis, sound Keras Kepala sudah ramai digunakan di media sosial.
“Enggak sih sebenarnya, cuman kagetnya, yang waktu itu bikin kaget adalah baru tiga hari rilis tuh orang-orang udah banyak yang pakai sound-nya di medsos,” ungkap Meiska.