JAKARTA - Michelle Ashley mengaku, tak lagi berkomunikasi dengan sang ibu, Pinkan Mambo selama 6 bulan terakhir. Alasannya, dia mengaku kerap merasa kecewa karena sang ibu.
“Aku berusaha membuka hati. Sempat baikan kan, tapi terjadi lagi. Mami itu sering kali buat aku down. Jadi demi kesehatan mental aku, lebih baik aku menjauh,” ujarnya dikutip dari podcast YouTube Melaney Ricardo, pada Sabtu (11/4/2026).
Michelle Ashley mengaku sedih karena sebagai anak dia tak pernah merasakan diprioritaskan oleh sang ibu. Pinkan, menurut Michelle, selalu memprioritaskan suami ketimbang anak-anaknya sendiri.
Lama tak berkomunikasi, content creator 20 tahun tersebut mengaku, kerap merindukan sang ibu. “Tapi aku tuh gengsi mulai duluan. Enggak mau (WA duluan). Gengsi dong,” ujarnya sambil tertawa.
Di tengah kebekuan komunikasi itu, Michelle Ashley sempat berharap, sang ibu menghubunginya untuk merayakan Lebaran bareng. Namun ternyata, dia tak pernah menerima pesan dari sang ibu.
“Jadi aku mau luruskan soal pernyataan aku yang minta ‘diundang’ Lebaran kemarin. Aku bilang begitu, karena memang sudah lama enggak ngobrol sama mami kan. Aku enggak tahu mami tinggal di mana karena memang sering pindah-pindah rumah,” tuturnya.
Michelle Ashley mengaku, sedih melihat kondisi ibunya saat ini. Dia menduga, keputusan Pinkan Mambo ngamen di pinggir jalan merupakan ide suaminya, Arya Khan, hanya untuk tujuan viral.
“Mami seharusnya tidak nyanyi di jalanan. Aku melihat, suami yang sekarang hanya mau memanfaatkan mami saja. Dia tidak benar-benar tulus sama mami. Itu yang aku lihat dari kacamata anak ya,” ungkapnya.
Michelle mengaku, ketidaktulusan Arya terlihat dari ketidakmampuannya menafkahi sang ibu. Dari penghasilan Live di media sosial, TikToker 31 tahun itu kabarnya hanya mampu memberikan Rp300.000 untuk nafkah sang istri.
“Sebenarnya dari awal, aku memang tidak suka sama dia. Aku coba membuka hati untuk dia tapi tetap enggak bisa. Aku sebenarnya enggak masalah mami menikah lagi. Tapi sayangnya, pria yang dia pilih tidak bagus,” tuturnya.*
(SIS)