Meski belum ada konfirmasi soal kekerasan tersebut, Ragahdo menegaskan tidak akan membiarkan jika betul kekerasan terjadi pada kliennya. Namun ia menekankan bahwa penting melakukan verifikasi sebelum mengambil langkah hukum.
“Kalau memang betul ada kekerasan, ya tentu tidak boleh didiamkan. Itu harus dikonfirmasi dulu, apakah benar atau tidak, atau hanya hoaks,” tambahnya.
Di sisi lain, Ragahdo juga menyebut hingga saat ini tidak ada indikasi ancaman atau teror terhadap Rachel. Ia memastikan sejauh ini kondisi kliennya aman di tengah polemik yang terjadi.
“Saya sih nggak mendalami soal itu, tapi seharusnya aman-aman saja,” katanya.
(kha)