Denada dalam keterangannya menambahkan, “Aku tanya, ‘Emang dia enggak punya laptop? Kok kasihan melihat dia nulis sampai sebanyak itu?’. Terus aku bilang, ‘'Aku aja yang belikan. Tapi jangan yang mahal-mahal ya. Yang biasa saja ya’.”
Karena itu, Denada merasa sedih atas tudingan penelantaran anak yang belakang ramai diperbincangkan. Pasalnya, ia merasa tidak pernah lalai memenuhi tanggung jawabnya sebagai orang tua kepada anaknya.
“Aku memang enggak bisa hadir di semua momen hidupnya, tapi aku lakukan apa yang aku mampu. Cukup, enggak cukup itu memang kewajiban aku,” tuturnya menambahkan.*
(SIS)