JAKARTA - Penyanyi Denada akhirnya mengungkapkan alasan menyakitkan di balik keputusannya menyerahkan putra pertamanya, Ressa Rizky Rossano, untuk diasuh oleh kerabat ibunya di Banyuwangi, Jawa Timur.
Kala itu, Denada mengaku terjebak dalam dilema antara ego seorang ibu dan masa depan anaknya. Dengan statusnya yang masuh belum menikah, dia khawatir, Ressa tidak akan pernah merasakan memiliki keluarga yang utuh.
“Aku tak pernah menganggap Ressa sebagai kesalahan. Pun aku tidak membuangnya. Aku mempertahankan dia dan memutuskan untuk melahirkannya,” kata ibu dua anak tersebut dikutip dari channel YouTube Feni Rose, pada Selasa (17/3/2026).
Maka saat mengetahui keluarga sang paman mendamba kehadiran anak laki-laki, Denada menilai, mereka akan menjadi ‘rumah’ terbaik untuk putranya. “Aku hanya mau dia punya keluarga yang utuh. Om Dino dan Tante Ratih bisa memberikan itu untuk Ressa,” ungkapnya.
Saat itu, Denada merasa, menyerahkan Ressa kepada keluarga pamannya merupakan cara terbaik untuk melindungi Ressa dari lingkungan sosial. Dia tak ingin, Ressa menjadi korban perundungan hanya karena dibesarkan tanpa kehadiran seorang ayah.
Namun seiring waktu, keputusan menyerahkan Ressa Rizky Rossano justru menjadi penyesalan terbesar bagi Denada. Ia sadar hal itu merupakan kekeliruan besar yang berdampak pada perkembangan anaknya.
Denada dalam lanjutan keterangannya menambahkan, “Aku tahu, aku salah. Kalau aku bisa memutar waktu kembali, mestinya saat itu aku berani membesarkan Ressa sendiri. Ini juga pernah aku bilang sama mama. Aku bilang, ‘Ya Allah, aku menyesal banget’.”
Kini, penyanyi berdarah Batak dan Jawa tersebut mengaku hanya bisa pasrah menerima kenyataan bahwa Ressa Rizky Rossano tidak bisa menerima dirinya sebagai ibu. Dia juga tak ingin memaksa sang anak untuk menerima dan memaafkannya.
“Aku pengin sekali dia memanggil aku ibu. Tapi sepertinya tidak adil untuk dia ya kalau ujug-ujug aku datang dan meminta memanggil aku ‘ibu’,” tutur Denada.*
(SIS)