“Kak, suaranya sopan banget,” jelas warganet. “Tolong, ada versi full-nya nggak? Lagu ini dejavu banget. Waktu kecil aku sering dengar, vibes-nya itu subuh dingin sambil jalan di perkebunan teh bawa lampu obor dengan cahaya kuning redup keemasan menuju tempat yang lebih tenang. Adem banget,” sambung warganet lainnya.
Popularitas mendadak ini melengkapi perjalanan karier Rakhano sebagai penyanyi muda yang terus menapaki industri musik. Sebelumnya, ia telah merilis single ketiga berjudul Sempat Tak Sempat, yang mengusung genre pop seperti dua rilisan terdahulu. Lagu tersebut dipilih karena merasa nada, pesan, dan liriknya bisa terasa dekat di hati pendengar.
Proses pengerjaan single Sempat Tak Sempat memakan waktu sekitar tiga bulan, mulai dari pembuatan demo hingga rekaman. Rakhano mengaku ada beberapa bagian yang cukup menantang, terutama pada nada-nada tinggi yang jarang ia eksplor di lagu sebelumnya. Meski begitu, proses produksi berjalan lancar berkat dukungan tim Sony Music Entertainment Indonesia.
Ia juga mengaku tak menyangka bisa merilis beberapa karya dan mendapat sambutan positif dari pendengar digital. Rakhano menegaskan dirinya memilih fokus pada proses berkarya, tanpa terlalu berekspektasi tinggi.
“Punya tujuan ke depan itu penting, tapi kita juga perlu fokus menjalani apa yang ada sekarang dengan sebaik mungkin. Pelan-pelan, usaha yang kita lakukan akan membawa kita ke tujuan yang lebih besar,” tutupnya.
(kha)