Istri Derly Darmawan juga dituntut pandai membagi waktu antara urusan keluarga dan pekerjaan. Apalagi, di Amerika ia tidak memiliki asisten rumah tangga (ART).
"Kerja beresin kerjaan di rumah segala macam karena enggak ada mbak di rumah. Habis itu baru kerja jam 3 sore, sampai ketemu jam 11 atau jam 12 malam," jelasnya.
Selain dirinya, sang suami dan anak-anaknya pun harus bekerja keras demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, mengingat karena biaya hidup di Amerika sangat tinggi.
"Suami harus double income, jadi dia ada kerja utama sama kerja di bengkel pas weekend. Anak suami yang usia 14 tahun juga sudah harus kerja," pungkasnya.
(kha)