“Dalam berkolaborasi, carilah orang yang tepat, yang frekuensi dan vibenya sama. Kolaborasi itu bisa cross marketing sehingga bisa menambah pendengar baru,” katanya.
Selain pertunjukan musik, Soundrenaline Palembang memperkuat pengalaman kreatif melalui The Lab di Pinewoods, yang menghadirkan talkshow “Talkative” bersama Summerlane dan Namoy Budaya, listening corner, hingga aktivitas DIY.
Tahun ini, visual artist Popo Mangun kembali berkolaborasi dengan Soundrenaline, merancang artwork merchandise yang mewakili lima kota rangkaian tur.
“Di 2025, aku membuat artwork untuk merchandise Soundrenaline. Lima titik kota aku wakilkan dengan color palette berbeda sebagai dasar desain karya ini. Merchandise yang aku design membawa semangat Soundrenaline sebagai sebuah movement, bukan sekadar festival musik,” kata Popo.
The Space menghadirkan brand independen, F&B pilihan, serta live sablon dari Jama Jama. Program Pempek Ngampar bersama Dongker menjadi salah satu atraksi kuliner paling meriah di area ini.
Festival juga diperkaya dengan live graffiti oleh Jason Ranti, instalasi seni di area danau, jalur LED malam hari, hingga open mic “Nyanyi Bareng” bersama Moron Brothers.
Bagi sebagian pengunjung, lokasi festival di CGC One menjadi daya tarik tersendiri. Nadia, salah satu penonton, mengatakan, “Ini pertama kali ada festival yang diadakan di CGC One Palembang. Konsepnya unik dan variatif, jadi penonton gak bosen. Sering-sering ya buat acara seperti ini.”