Konferensi Musik Indonesia 2025 Dorong Musik Religi sebagai Pilar Spiritual dan Budaya Musik Nasional

Anindita Trinoviana, Jurnalis
Sabtu 11 Oktober 2025 09:47 WIB
Konferensi Musik Indonesia 2025 menghadirkan sesi diskusi bertajuk “Musik Religi dan Serba-Serbi Potensinya”. (Foto: dok ist)
Share :

Dalam sesi lanjutan, aktivis pelayanan musik rohani, Alberd Tanoni, menyampaikan gagasan tentang pentingnya peran musik rohani dalam menciptakan dampak positif yang nyata di tengah masyarakat. Ia membagikan kerangka pemikiran berbasis “IMPACT” sebagai prinsip dasar bagi para pelaku musik rohani dan konten spiritual.

Selanjutnya, Pascal Lesmana dari Langit Musik menyoroti meskipun musik religi sering dianggap sebagai ekspresi ibadah dan spiritualitas pribadi, musik tersebut memiliki potensi industri yang belum tergarap maksimal.

“Banyak yang mengira kalau musik religi tidak menghasilkan uang. Padahal, kalau dikelola dengan benar, ini bisa menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan baik bagi musisinya, label, bahkan daerah asalnya,” ujar Pascal.

Pascal menjelaskan bahwa pihaknya, melalui Langit Musik, mendorong agar lagu-lagu religi tidak hanya diputar saat momen keagamaan atau perayaan musiman saja. Ia ingin musik religi bisa hidup sepanjang tahun dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pascal juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi royalti dan pemutaran lagu-lagu di ruang publik. Untuk itu, PlayUp Langit Musik membangun platform dan sistem yang mendukung model ekonomi berbagi (sharing economy), dengan skema pembagian pendapatan dari iklan audio kepada pemilik konten.

Perwakilan Langit Musik, Rizqi Angga menyampaikan berbagai data, wawasan, dan strategi terkait masa depan distribusi musik religi, khususnya dari sudut pandang teknologi dan transformasi industri digital.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya