KENAPA Film The Last House on the Left dilarang tayang di Indonesia? Film ini mulanya dirilis pada tahun 1972 dan disutradarai oleh Wes Craven.
Wes Craven adalah seorang sutradara yang tidak takut mengambil resiko. Dua film horor populer garapannya seperti A Nightmare on Elm Street dean Scream sukses di pasaran.
Namun, film horor The Last House on the Left justru mendapat penjegalan dari beberapa negara di dunia. Akibat adegan yang terlalu mengerikan dan sadis, film ini menimbulkan kontroversi.
Puluhan tahun berlalu, Rogue Pictures meminta persetujuan untuk membuat ulang film ini dengan keterlibatan Wes Craven sebagai produser dan sutradaranya adalah Dennis Illiadis. Film remake The Last House on the Left ini kemudian rilis pada 2009.
Melansir berbagai sumber, Jumat (20/10/23) film The Last House on the Left versi barunya ini juga dilarang tayang di Indonesia karena mengandung adegan kekerasan dan kejahatan seksual dapat merusak moral dan mempengaruhi generasi muda.
Film ini juga mengandung adegan yang dianggap tidak pantas dan melanggar aturan sensor yang berlaku di Indonesia.
The Last House on the Left sendiri terinspirasi dari The Virgin Spring tahun 1960. Film ini mengisahkan tentang dua remaja perempuan yang mengalami penyiksaan, pemerkosaan, dan pembunuhan oleh sekelompok penjahat psikopat.
Cerita ini tidak hanya mengeksplorasi kekerasan fisik, tetapi juga memperlihatkan adegan kekerasan seksual yang sangat eksplisit. Konten yang sangat kejam dan sensitif ini menjadi alasan utama mengapa film ini dilarang tayang di beberapa negara.
Walaupun The Last House on the Left berhasil mendapatkan rating R di Amerika Serikat, banyak orang yang marah setelah menontonnya. Kemudian, film ini langsung mendapat penjegalan di Inggris sejak pertama kali rilis di bioskop.
Film The Last House on the Left versi asli membutuhkan waktu hingga tahun 2008 sebelum BBFC akhirnya mengizinkan untuk dirilis dalam bentuk video rumahan.
Situasi serupa juga terjadi ketika film ini pertama kali rilis di Australia. Meskipun banyak orang frustasi setelah menonton film tersebut, tetapi sebagian besar mereka menentang penyensoran film The Last House on the Left di negara mereka. Sehingga film ini begitu populer karena kontroversinya selama 50 tahun belakangan.
Demikian alasan kenapa film The Last House on the left dilarang tayang di Indonesia. Terimakasih.
(ltb)