JAKARTA - Artis kontroversial Nikita Mirzani, diketahui mendekam di penjara selama kurang lebih dua bulan, lantaran laporan dari seorang pria bernama Dito Mahendra. Dito sendiri disebut-sebut merupakan kekasih dari Nindy Ayunda, lantaran sempat terlihat hadir di hari ulang tahunnya.
Bukan hanya bermasalah dengan Nikita Mirzani, Dito Mahendra rupanya juga memiliki sangkutan dengan kasus tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Ia bahkan diketahui sudah dua kali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK terkait masalah tersebut.
Kini, Nikita tampaknya sangat berharap jika Dito kelak akan dijemput oleh KPK untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Bahkan, ia akan lebih bahagia lagi jika KPK berhasil menghadirkan Dito Mahendra di ruang sidang.
"Bahagia banget gue. Dia sampai datang ke KPK, gue datangi KPK. Gue tungguin sampai dia keluar pakai baju oranye," kata Nikita Mirzani dengan nada cukup tinggi.
Wanita 36 tahun itu meyakini kalau KPK akan terus melakukan investigasi terkait keberadaan Dito Mahendra. Ia bahkan sempat melontarkan sindiran kepada Polres Jakarta Selatan yang tampaknya sulit sekali untuk mengusahakan mencari atau melakukan penjemputan paksa.
"Ya kalau KPK yang manggil sudah pasti dicarilah kecuali Polres Jaksel, lama, 2 tahun. Kalau KPK enggak mungkin sampai 2 tahun. Ya bapak bapak KPK," lanjutnya.
Sebelumnya, Dito sendiri sudah empat kali mangkir dari panggilan Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten, untuk bersaksi terkait kasus yang dilaporkannya tersebut. Ketidakhadiran Dito di ruang sidang, membuat Majelis Hakim memutuskan untuk membebaskan Nikita Mirzani dari kasus dugaan pencemaran nama baik.
Kini, ibu tiga anak itu menyebut bahwa Dito masih berada di Singapura.
Sebagaimana diketahui, KPK kembali memanggil Dito Mahendra untuk yang ketiga kalinya terkait kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman. Dalam pemanggilannya, sejauh ini pihak KPK belum mendapatkan konfirmasi langsung pihak Dito.
Keterlibatan Dito Mahendra sendiri berawal dari KPK membuka penyidikan baru dalam kasus ini. Dalam penyelidikannya Komisi Anti rasuah menemukan TPPU yang dilakukan Nurhadi dan menantunya dan akhirnya ikut menyeret Dito.
KPK menduga telah terjadi penyamaran dari dugaan korupsi berupa pembelian aset-aset bernilai ekonomis. Aset-aset berhasil terdeteksi oleh KPK berupa properti dan aset berharga lainnya.
(van)