Menutup klarifikasinya, Atta berharap agar masyarakat bisa mengerti dan memahami bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam robot trading Net89 seperti yang dilaporkan oleh korban dan menjadi pemberitaan.
"Semoga ini semua jelas dan berita-berita di luar sana tidak menggoreng menggunakan nama saya seperti saya yang main robot trading atau menipu. Terima kasih, semoga Tuhan berkahi kita semua," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Atta Halilintar bersama Taqy Malik, Kevin Aprilio, Adri Prakarsa, dan juga Mario Teguh dilaporkan oleh perwakilan korban robot trading Net89 di SPKT Mabes Polri pada Selasa, 26 Oktober 2022. Menurut penuturan kuasa hukumnya, para korban yang berjumlah 230 orang tersebut mengalami kerugian hingga total Rp 2,8 miliar.
(van)