JAKARTA - Emmeril Kahn Mumtadz atau biasa disapa Eril telah dinyatakan meninggal dunia usai hilang di Sungai Aare, Bern, Swiss pada 26 Mei 2022. Duka tak hanya dirasakan oleh keluarga Ridwan Kamil, tapi juga teman-temannya.
Salah satunya, Adheni Reza. Sebagai teman sejak kecil, dia pun memiliki banyak memori bersama. Kenangannya itu dia tulis di Medium.
“Well, he know me since the time I used to peed my pants and cry almost everyday in kindergarten. Jadi ya banyak banget memorinya,” tulis dia, dikutip pada Senin (6/6/2022).
Saat keduanya satu kelas di taman kanak-kanak, Ardhani sering kali telat untuk dijemput pulang. Namun Eril rela menemani temannya itu. Sebetulnya, dia bisa saja langsung pulang karena rumahnya dekat dari sekolah.
“Eril sebenernya ga dijemput karena rumahnya dekat jadi pulang sendiri, tapi biasanya ikut nunggu karena saya sering banget terakhir dijemput,” tambah Ardhani.
Setelah masuk Sekolah Dasar (SD) keduanya masih sering menghabiskan waktu bersama. Mulai dari bermain bola hingga bermain kartu.
Menurut dia, momen yang paling berkesan saat keduanya mengikuti ekstrakurikuler futsal. Hal itu lantaran mereka sama-sama hanya dijadikan pemain cadangan padahal memiliki potensi yang cukup baik.
“Lucunya sih karena di sini kita nasibnya kurang lebih sama, sama-sama jadi penghangat bangku cadangan. Sama-sama cukup bagus untuk masuk dalam tim, tapi kurang meyakinkan buat dimainin di pertandingan beneran,” lanjut dia.
Setelah terpisah di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), keduanya kembali bertemu di Sekolah Menengah Atas (SMA). Eril disebutnya pada saat itu sudah dikenal sebagai anak sang wali kota.
Namun alih-alih sombong dia justru menjadi sosok yang tetap rendah hati. Hal itu lah yang membuatnya kagum kepada temannya itu.
“Tapi yang paling hebat dari Eril ya karena dia tetap jadi Eril. Ga berlebihan juga kalau dibilang Eril SD sampai SMA berubahnya cuma makin tinggi dan gede doang, sisanya sama,” tulisnya lagi.
Tak hanya itu dia juga mengungkapkan kebiasaan Eril yang tak jauh berbeda dengan anak-anak lainnya. Bahkan disebutkan Eril sering mengutang ke pedagang makanan.
“Kalo main ps (playstation) masih ke rental, dulu gamau punya akun instagram, sekolah naik sepeda (walaupun ada gas-nya ya ini cheat), kemana-mana nebeng, kadang keliatan kaya ga mandi, makan pulang sekolah ngajaknya masih ke warteg dan ngutang pula. Yaa, just Eril being Eril,” ucap dia.
Lebih lanjut, dia pun mengenang sosok Eril yang telah dikenalnya hampir 20 tahun itu sebagai orang yang baik, rendah hati, dan supel. Dia juga mengingat temannya itu memiliki kepedulian kepada keluarga sejak lama.
“Dari dulu Eril ini orangnya peduli dan sayang sama keluarganya. Sejak SD sering ngomongin papah, mamah, adik, dan neneknya. Sampai-sampai dari dulu saya hafal nama lengkap papah, mamah, dan adiknya,” kata dia.
Tak ketinggalan dia pun menuliskan pesan haru saat mendoakan temannya tersebut.
“Doa terbaik selalu buat Eril dan keluarga. Walaupun aing bakal selalu berdoa semoga semua rencana Allah ini udah yang terbaik, semoga maneh tetep bisa balik dalam kondisi sehat dan baca tulisan ini sendiri ya Ril,” tutupnya.
(kem)