"Tindakan yang berlebihan dan memancing kerusuhan. Juga terlebih ketegangan dan keresahan anak-anak saya yang mendapat tindakan eksekusi selama hampir 6 jam," tulis Atalarik Syach.
"Tanpa memedulikan pengaruh psikologis anak-anak saya yang berusia 8 dan 5 tahun. Padahal anak-anak sudah berteriak puluhan kali, menolak terang-terangan ikut ibunya," sambungnya.
Bahkan, kakak Teddy Syach itu menyebut Marwa melakukan tindak kekerasan terhadap anak-anak yang menolak dibawa.