JAKARTA - Penyanyi Ryo Domara yang berhasil melambung lewat lagu Hilangnya Seorang Gadis ternyata pernah mengalami kisah hidup yang pahit. Mimpinya sebagai musisi ternyata sempat ditentang oleh keluarganya.
Karena itulah pada tahun 1998 selepas lulus SMA, Ryo Domara nekat untuk mewujudkan mimpinya dengan berhijrah dari Semarang ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta, ia justru harus hidup menggelandang dengan tidur di depan warung makan.
"Di belakang mal itu kalau ada warung Padang, kalau malam itu ada kardus-kardusnya. Kardus-kardus itu tak ambil, tak buat tidur. Sampai sekarang lengan tangan kananku ini sakit karena buat bantal kalau aku tidur itu," kata Ryo saat berkunjung ke Kantor Redaksi Okezone di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Selasa 17 Desember 2019.
Baca juga: Keliling Jawa Timur, Ryo Domara Tebar Virus "Goyang Gak Umum"
Ia bahkan harus menumpang mandi di toilet yang ada di warung makan tersebut. Kemudian ia menjalani aktivitasnya sebagai juru parkir untuk menyambung hidup. Ryo Domara lalu bertemu dengan sejumlah anak yang rumahnya berada di dekat warung tempatnya bekerja. Tak disangka, pertemuan itu membawanya masuk ke dunia musik hingga bertemu dengan Sandy Pas Band pada tahun 1999.