Sempat tak digubris bahkan sampai diusir salah satu pemilik toko, akhirnya Sarwendah mendapat pemberian sebungkus nasi dari seorang ibu yang bekerja sebagai pemulung. Penyamaran Wendah pun terbongkar karena dirinya tak kuasa menahan tangis usai melihat tingginya rasa simpati wanita tersebut.
(sus)