Meski seting cerita zaman Majapahit, Dwi Koen menganalogikan masa tersebut dengan kondisi Indonesia masa kini, utamanya masa Orde Baru dan sesudahnya. “Saya mau menyindir perilaku yang tidak manusiawi dengan bahasa yang tidak terlalu vulgar, dengan canda,”ujarnya.
Komik, kata Dwi Koen punya magic, karena itu dia menekuni dunia ini. “Komik mempunyai the magic of picture and spoken words,”katanya dalam satu wawancara. Komik juga, katanya, punya persoalan sendiri yang khas dibanding dengan karya lain. Bagi dia, gambar komik harus detail dan mampu menampilkan ekspresi fisik maupun psikis tokohnya.