Baca Juga: Kalah dari Ariana Grande, Fans Taylor Swift Boikot Grammy Awards 2019
“Ketika saya mendengar 'I Write Sins Not Tragedies''' by Panic! At The Disco, saya diangkut kembali ke usia 16 tahun dan berkendara di jalanan Hendersonville, Tennessee, dengan sahabat saya Abigail, dengan penuh semangat meneriakkan lirik...,” bebernya.
Penyanyi berusia 29 tahun ini mengakui musiknya sendiri sangat dipengaruhi oleh ‘nostalgia’ dan dia menyukai tantangan yang memadukan momen-momen pribadi dengan lagu-lagu pop yang menarik.
“Saya suka menulis lagu karena saya suka melestarikan kenangan, seperti menempatkan bingkai foto di sekitar perasaan yang pernah Anda miliki. Saya suka menggunakan nostalgia sebagai inspirasi ketika saya sedang menulis lagu karena alasan yang sama saya suka mengambil foto. Saya ingin dapat mengingat saat-saat yang sangat baik dan sangat buruk ...,” beber Taylor.
“Tantangan yang menyenangkan untuk menulis lagu pop adalah memeras detail-detail yang menggugah ke dalam irama melodi yang paling menarik yang mungkin bisa Anda pikirkan. Saya berkembang pada tantangan menaburkan kenang-kenangan pribadi dan serpihan realitas ke dalam genre musik yang secara universal dikenal sebagai, yah, universal,” sambung dia.