Masa gelap itu, diakui Gayoung, tak berhenti sampai di situ. Saat syuting video klip Vibrato yang kemudian dirilis pada 2016, agensi memaksa personel STELLAR untuk mengenakan kostum sangat terbuka. Gayoung menyebut, dia dan ketiga rekannya sudah berusaha menyampaikan keberatan mereka kepada agensi.
“Kami bilang, ‘Tak mungkin kami bisa menari dengan kostum seperti itu’. Mereka menjawab, ‘Kau coba saja. Kenapa kau mengeluh tanpa mencobanya terlebih dahulu?’ Lalu kami mengambil 5 foto dengan baju itu dan bersikeras kalau baju itu terlalu terbuka. Akhirnya, mereka meminta kami untuk berganti kostum,” ujar Gayoung.
Baca juga: Angel Lelga Beberkan Vicky Prasetyo Sering Pakai Obat Kuat Pasca-menikah
Namun yang disayangkan Gayoung, agensi mereka tetap menggunakan foto dengan kostum minim itu untuk dirilis. Para member Stellar, menurut Gayoung, sempat meminta agensinya untuk menarik kembali foto-foto tersebut yang hanya berakhir sia-sia.
Ketika personel STELLAR menolak melakukan hal-hal seksi lainnya, Gayoung mengaku, agensi mengancam mereka dengan kontrak. “Bagi kami, ancaman seperti itu sangat menakutkan. Kami juga tak punya pilihan selain menuruti kemauan agensi,” ungkapnya.
Pengalaman itu, menurut Gayoung, adalah kenangan buruk yang ingin dihapusnya dari ingatan. Tak hanya memengaruhinya secara mental, imej seksi dan provokatif yang terlanjur melekat kepada personel STELLAR juga berdampak pada keluarganya. “Aku tidak ingin kembali ke masa-masa itu.”
Gayoung kemudian berpesan kepada anak muda yang bercita-cita menjadi idol untuk lebih berhati-hati. “Tapi kalau ini impian kalian, bekerja keraslah untuk menjadi idol yang baik. Jika kau sudah bekerja keras tetapi tidak berjalan dengan baik, jangan menganggapnya sebagai kegagalan. Temukan saja jalan yang lebih cocok untukmu.”*
(SIS)