Risiko kehilangan memori itu bukan muncul tanpa sebab. Sejak Iklim meraih popularitasnya pada 1990an, Saleem terjerumus ke lembah hitam narkoba. Bahkan, karena kecanduannya itu, pada 1994, pemerintah Malaysia sempat melarang Saleem tampil di televisi.
Saleem kian terpuruk setelah Iklim terlibat kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang tentara tewas pada 1996. Sejak peristiwa itu, kehidupan Saleem jadi tak menentu. Kecanduan narkobanya juga kian memburuk. Dia jadi tak peduli lagi dengan teman-temannya di Iklim. Dia sering tidak datang saat ada pertemuan dan itu memicu perpecahan di tubuh band tersebut. Akhirnya, Iklim pun sepakat untuk mendepak Saleem dari band yang turut dia dirikan pada 1988 itu.
Namun, saat itu, Saleem tidak sakit hati. Dia merasa rezeki ada di tangan Tuhan dan Iklim bukanlah satu-satunya tempatnya untuk mengais rezeki. Sayang, kehidupan yang baik belum berpihak kepadanya. Pada akhir 1996, Saleem ditangkap polisi karena membawa narkoba. Dia pun dijebloskan ke penjara.
Nasib baik datang pada Saleem. Selepas dari penjara, Warner Music menawarinya untuk rekaman. Pada 1998, Saleem merilis Maaf/Juwita, yang proses rekamannya sebagian dilakukan di Indonesia. Dia bahkan ikut reuni Iklim pada 2003-2004. Sayang, ini tidak berlangsung lama. Pada 2004, Saleem kembali ditangkap polisi karena kasus narkoba.