Melansir JTBC, Selasa (9/10/18), diketahui bahwa pada Juli 2018, sang wanita mengajukan keluhan menuntut kompensasi atas perawatannya di rumah sakit Seoul Centre, yang berjumlah ratusan won (mata uang Korea) kepada pihak Cho Jae Hyun.
Namun, di sisi lain, pihak Cho Jae Hyun membantah gugatan ini. Pihaknya sudah mengetahui dan sadar bahwa ada informasi terkait gugatan jutaan won yang dilayangkan oleh sang wanita.
Perwakilan hukum Cho Jae Hyun mengatakan, "Penegasan dan tuntutan pengadilan penggugat tidak diakui oleh hukum. Kami telah mengajukan sanggahan tertulis ke pengadilan dan hakim telah mencapai keputusan rekomendasi rekonsiliasi.
"Namun, pihak penggugat tampaknya keberatan dengan ini. Sehingga dirinya erus mengajukan keluhan terhadap putusan pengadilan dan melakukan gugatan," lanjut perwakilan hukum Cho Jae Hyun.
Ada begitu banyak skandal pelecehan seksual terhadap Cho Jae Hyun setelah maraknya gerakan "Me Too" di Korea. Februari lalu, saat seluruh wanita bahkan di industri hiburan, menyerukan dukungan "Me Too", pelecehan seksual yang dilakukan Cho Jae Hyun langsung terkespos dari pengakuan banyak korban.
Setelah itu, Cho Jae Hyun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan dan proyek yang tengah ia jalani saat itu. Dia mengumumkan untuk pensiun dalam sementara waktu.